Luxuo

Menilik Riuh Kompetisi Kapal Layar Internasional Cape Panwa Hotel Phuket Raceweek 2017

CPHPRW-Selected-image-3

Pada 20 Juli, sekitar 500 pelaut dari 25 negara berkumpul untuk berkompetisi di gelaran ke-14 Cape Panwa Hotel Phuket Raceweek yang digelar Cape Panwa Hotel.

Berlangsung di sebelah timur pantai Phuket, gelaran yang berlangsung selama empat hari itu diperkirakan dipenuhi oleh sekitar 40 kapal di garis start. Gelaran ini memperlombakan kelas IRC dan menjadi kompetisi yacht menjanjikan serta kerap menjadi pemandangan mengesankan dalam kompetisi kapal di Asia.

Gelaran ini, yang memasuki tahun ke-14, mempertandinngkan enam atau lebih kelas kompetisi, di antaranya IRC, multihull, charter dan one-design. Sejak digelar pertama kali, kompetisi ini telah mendapatkan reputasi sendiri berkat persaingan yang kompetitif untuk kru kapal, serta memberi kesempatan pengembangan sejumlah perjalanan di sekitar kepulauan bagi yang masih baru atau kurang pengalaman. Ini juga menjadi gelaran pertama yang mengawali gelaran bergengsi Asian Yachting Grand Prix 2017/18.

CPHPRW-Selected-image-4

Dengan empat kelas kompetisi multihull tahun ini, multihull fleet tampaknya akan menjadi terbesar yang pernah digelar dengan kelas one-design Pulse 600. Selain itu akan ada tujuh katamaran supercepat Firefly, kelas mutihull Racing yang mengesankan termasuk tujuh Stealth dari Asia Catamarans dan lainnya. Ditambah lagi dengan kelas Multihull Cruising yang dikenalkan untuk kali pertamanya.

“Kesadaran akan keberadaan gelaran ini terus tersebar luas hingga ke berbagai negara, dan Phuket telah populer sebagai tempat yang cocok untuk berlayar dan didukung pelayanan yang disediakan tuan rumah Cape Panwa Hotel. Para pelayar dari berbagai negara telah menempatkan Cape Panwa Hotel Phuket Raceweek ini dalam daftar wajib kunjung mereka di Asia,” ungkap Byron Jones, Managing Director penyelenggara Media Business Services Co. Ltd.

CPHPRW-Selected-image-5

Para peserta

Daftar pesera kompetisi tahun ini dari monohull dan multihull meningkat baik dari kualitas maupun keberagaman, dengan jumlah pendatang baru dari internasional turut bergabung dengan para pemain dari wilayah Asia. Dari kapal sport hingga kapal untuk wisata, Swans hingga TP52 grand-prix, para pelaut dan kru kapal hadir memeriahkan gelaran kali ini.

Ray Roberts kembali lagi akan menggawangi Team Hollywood TP52 dan akan berhadapan dengan lawan yang akan berupaya merebut gelarnya, sementara pelaut asal Singapura dan pencuri perhatian regatta Asia, Sarab Singh akan turut berkompetisi untuk kali pertamanya dengan Welbourn 52 Windsikher II.

Dua peserta asal Sydney, Scott Bradley dengan 40’s Emagine dan Kenn Eyears dengan Rerefine akan berhadapan dengan Keith Garry dengan X-412 BeauX Spirits dan Swan 42 Loco. Lainnya, ada Phoenix milik Niels Degenkolw dan tim yang digawangi kru kapal perempuan Farr 1104 Sailescapes Farrgo Ladies.

CPHPRW-Selected-image-all-women-crew

Ikut berkompetisi untuk kali pertamanya di kelas IRC, Farr 40 Ramrod, dengan awak Steve McConaghy, Ker 32 Discover Sailing Asia Getaway Ichi, dengan awak Chong Wei YOng, dan desain Mark Mills, Meraki dengan awak Geoff Masters.

Pendatang baru di kelas Cruising di antaranya ada 54-foot Swan Who Dares Win dengan awak Ian Kennedy, Farr 11.06 Plus 16 yang berlayar dari Australia juga turut ambil bagian. Mereka akan bergabung dengan kompetitor lainnya termasuk Chris Mitchell ‘Lady Bubbly’ (yang kedua di AYGP 2016/2017), Rick Blonfield ‘Linda Cape’ dan Cape Panwa Hotel ‘Kantus Bride’.

Pesta semalam suntuk

Tak hanya riuh oleh kompetisi, gelaran ini juga menyuguhkan pesta heboh pada malam harinya untuk para pengunjung bersenang-senang. Pesta yang digear di pinggir pantai, selama empat hari berturut-turut, diisi dengan beragam makanan, minuman free-flow, dan aneka jenis hiburan musik dan lainnya. Untuk makanan buffet bertema makanan Karibia akan ada di malam pembukaan, lalu diikuti Gala Dinner dan lainnya. Semua perhelatan berlangsung dengan pemandangan mengarah ke pantai private dan digawangi kru pilihan Cape Panwa Hotel.

CPHPRW-Selected-image-party

Peduli lingkungan

Di luar dua agenda utama itu, Raceweek juga memberi perhatian khusus pada isu lingkungan terutama perhatian pada sampah buangan di pantai dan laut. Ini berkaitan dengan penelitian baru-baru ini yang menunjukkan jumah negara Asia, termasuk Thailand sebagai negara penyumbang polusi laut terbesar di dunia.

Pada 2014, regatta mengadopsi ‘Clean Regattas’ yang dinisiasi Sailors for the Sea – regatta pertama di Asia Tenggara. Program Clean Regatta adalah sistem sertifikasi global yang mendorong penyelenggara gelaran dan klub yachts untuk turut peduli lingkungan dalam setiap event atau gelaran yang mereka usung. Tujuan utamanya adalah perhatian pada kebersihan air dan pinggir pantai.

Menjangkau publik luas

Untuk membuat riuh dan meriah, gelaran ini mengajak serta partisipasi publik lewat media sosial dan berbagai medium lainnya. Ikuti perkembangannya, dan jika beruntung dapat tempat duduk di barisan terdepan untuk gelaran utama, dengan turut membagi agenda kegiatan ini lewat hashtag #phuketsailing.