Budaya / Seni Rupa

Palmyra, Damascus, Bamiyan: Dihargai Di Grand Palais Paris

Ibukota Perancis telah bergabung dengan Musée du Louvre, dibawah perlindungan UNESCO, untuk menghargai kemewahan situs-situs ini dalam eksibisi gratis berlangsung dari 14 Desember 2016 hingga 9 Januari 2017, di Grand Palais di Paris.

06 Des, 2016 | Oleh Luxuo

luxuo-id-hd_arche_palmyre

Meskipun lokasi-lokasi tersebut saat ini mengingatkan akan konflik-konflik di Timur Tengah, kesemuanya merupakan situs arkeologi penting yang membentuk bagian dari warisan budaya universal yang sekarang berada dibawah ancaman. Ibukota Perancis Rmn-Grand Palais (Réunion des musées nationaux) telah bergabung dengan Musée du Louvre, dibawah perlindungan UNESCO, untuk menghargai kemewahan situs-situs ini dalam eksibisi gratis berlangsung dari 14 Desember 2016 hingga 9 Januari 2017, di Grand Palais di Paris.

“Eternal Sites” mempersilakan pengunjung untuk mengeksplorasi Khorsabad, Palmyra, Masjid Umayyad di Damascus dan Kastil Kerak dalam kunjungan virtual melalui gambar 360-derajat. Proyeksi yang imersif ini dibangun menggunakan teknik fotografi berbasis drone dan rekonstruksi digital. Gambar-gambar ini dilengkapi gambaran, goresan, foto-foto tua serta dokumen arsip, serta film yang menjelaskan destruksi, konservasi, dan restorasi dari situs-situs bersejarah ini. Setiap satunya dari empat situs ini diwakili oleh sebuah artefak dari Musée du Louvre.

luxuo-id-basinal-adil

Basin dari Sultan Al-Adil II, “Sites éternels De Bâmiyân à Palmyre Voyage au cœur des sites du patrimoine universel”

luxuo-id-roaringlion

Roaring Lion, “Sites éternels De Bâmiyân à Palmyre Voyage au cœur des sites du patrimoine universel”

Bagian kedua akan mengeksplorasi teknik survei yang digunakan para arkeolog dan bagaimana hal ini berubah melewati waktu. Bagian ini, bernamakan “The Image Laboratory,” dipresentasikan seperti cabinet of curiosities, mempertunjukkan peralatan dan material yang menjadikan setiap situs untuk direkonstruksi secara efektif.

Eksibisi ini mengikuti keputusan Presiden Perancis François Hollande untuk mendukung preservasi dari sejarah yang terancam ini setelah perusakan kota Palmyra. Palmyra, di Syria, merupakan kota oasis tua dikelilingi oleh pohon palem – juga dikenal sebagai Tadmor Oasis – yang merupakan lokasi perhentian dari karavan dagang sejak sekitar 2,000 BCE. Kota ini menjadi lokasi kunci bagi Kekaisaran Romawi untuk mengangkut hasil bumi eksotis.

luxuo-id-kerakaerial

Kastil Kerak, pemandangan aerial

luxuo-id-kerakdetail

Kastil Kerak, detail interior

Kastil Kerak merupakan benteng yang diperkuat di Syria Barat dari masa Crusades. Kota Damascus, Syria merupakan rumah dari Masjid Agung dibangun dibawah kepemimpinan Umayyad caliph Al-Walid I, diantara 705 dan 715. Petualang dan sejarawan dikagumkan oleh dekorasi mewah dari ruang berdoa, dikreasikan oleh seniman Byzantine, dan didekorasi dengan pualam, mozaik, dan emas.

Kota Khorsabad, di Kurdistan Irak, merupakan rumah dari Dur-Sharrukin, atau “Fortress of Sargon.” Dibangun selama hampir 10 tahun dan membentang sepanjang 1.9 mil persegi (3 km persegi), kota besar ini merupakan ibukota Assyrian pada waktu Sargon II dari Syria, yang memerintah dari 722 hingga 705 BCE.

“Eternal sites From Bamiyan to Palmyra A journey to the heart of universal heritage” berlangsung dari 14 Desember 2016 hingg 9 Januari 2017, di Grand Palais, Paris, Perancis. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi: www.grandpalais.fr 


 
Back to top