Budaya / Seni Rupa

Bertemunya Performa dan Seni Tinggi Dalam ‘Maserati x Cyril Kongo GT4’

Dari seorang yang putus sekolah hingga bekerja dengan ikon global seperti Airbus, Hermes, dan Chanel, Kongo kini menggoreskan karya di “kanvas” terbarunya dengan mempertajam legenda kompetisi Maserati Granturismo GT4.

13 Okt, 2020 | Oleh Rai Rahman

Rasanya meremehkan jika mengatakan seni Cyril Kongo ekspresif. Pada 2016, kolaborasinya dengan Richard Mille menunjukkan bagaimana seniman jalanan internasional mengubah kreasi RM 68-01 Kongo Tourbillon menjadi sebuah karya seni yang belum pernah ada sebelumnya. Abstrak namun avant-garde. Karya kontemporernya dipadukan dengan budaya jalanan, dengan lapisan ekspresi kontekstual yang kental. Karya terbaru Kongo pun turut memperlihatkan perpindahannya dari mikrokosmos mekanis ke sesuatu yang sedikit lebih besar dalam cakupannya, yakni Maserati GT4.

Bertemunya Performa dengan Seni Tinggi dalam ‘Maserati x Cyril Kongo GT4’

Maserati x Cyril Kongo GT4 adalah yang terbaru dalam dunia grafiti seniman jalanan. Dari seorang yang putus sekolah hingga bekerja dengan ikon global seperti Airbus, Hermes, dan Chanel, Kongo alias Cyril Phan, tidak akan pernah tahu bahwa karyanya akan terjual hari ini dengan harga 15.000 euro atau 260,4 juta rupiah per meter persegi, atau membayangkan bahwa grafiti yang dia lukis di jalanan Paris akan menjadi terkenal hingga di luar Prancis.

Dari seniman grafiti yang tidak dikenal hingga menjadi superstar budaya, seniman otodidak berdarah Prancis-Vietnam ini tidak pernah melupakan akarnya. Ia mendorong identitas visualnya hidup di atas instalasi kendaraan-kendaraan dengan profil bergengsi, seperti pesawat yang dicat khusus dan mendarat di Champs Elysees Avenue yang terkenal pada 2018, atau Rolls-Royce Silver Spur 1983 untuk Doha Art Fair pada 2019, dan kini, suatu kebahagiaan dan optimisme yang ia salurkan ke dalam bespoke Maserati GT4.

Sulit dibayangkan, namun sudah 10 tahun sejak Maserati memperkenalkan GranTurismo MC khusus balap untuk Trofeo World Series, dan Maserati Granturismo GT4 orisinal yang digerakkan mesin V8 yang dirancang Ferrari untuk F430. Pada 2015, tidak kurang dari 10 tim memesan spesifikasi GT4 untuk digunakan dalam kejuaraan.

Didesain untuk bersaing dalam seri Piala Eropa GT4, mesin 433 tenaga kuda dirancang untuk mendominasi balapan sirkuit, diikuti dengan kemudi yang kencang, responsif dan kecepatan straightline (187 mph). Pada 2020, Maserati Granturismo GT4 menghadirkan kombinasi tampilan yang menarik, kinerja yang menggembirakan, dan cache merek. Namun, Kongo-lah yang menambahkan sentuhan ajaibnya ke Maserati x Cyril Kongo GT4, mengangkatnya dari kesan sebagai kendaraan berperforma tinggi hingga menjadi kreasi seni tinggi di atas roda.


 
Back to top