Motoring / Yachting

Kapal Pesiar Lady Azul Tawarkan Petualangan Mendebarkan Telusuri Asia

Usai peremajaan, kapal pesiar berukuran 39,4 meter Lady Azul kini menghirup udara baru sebagai salah satu kapal pesiar yang disewakan dengan tawaran petulangan dan pengalaman menyenangkan di Asia Tenggara.

15 Sep, 2020 | Oleh Aung Hein Mynn

Lady Azul memiliki semangat petualangan yang besar. Setelah beberapa kali penyewaan dari Phuket sejak akhir tahun lalu dan peremajaan kembali, kapal berukuran 39,4 meter itu akan kembali bisa digunakan usai Covid-19, dengan rencana menyusuri Laut Andaman pada musim dingin mendatang.

Dibangun oleh perusahaan kapal pesiar asal Belanda Heesen, Lady Azul yang berukuran 39,4 meter bersiap untuk memulai lagi perjalanannya yang baru usai peremajaan di Langkawi.

Gerry Ross, asal Malaysia telah menjadi kapten dari kapal pesiar yang memiliki empat dek, dan lima kabin itu sejak 2015. Ia juga turut mengawasi dua proses peremajaan besar termasuk tahun lalu di Langkawi, yang telah menjadi tempat tinggalnya selama satu dekade terakhir.

Kapal bernuansa biru Lady Azul dapat dikatakan inspirasi akan loyalitas, tidak hanya pada kapten dan kru tapi juga pada penyewanya, yang membuat kapal pesiar kini difasilitasi peralatan lengkap untuk menyelam dan dilengkapi juga dengan berbagai permainan baru, termasuk kolam renang lap jaring tiup seukuran 15 meter.

Perjalanan semenjak peremajaan diantaranya penyewaan pertama menuju Myanmar yang disewa salah satu keluarga, yang telah menggunakan yacht setahun sebelumnya, dan menyewa kembali begitu tahu kapten dan kru yang sama kembali bertugas.

Fun adalah nama lain Lady Azul, yang melekat juga dengan isolasi dan eksplorasi.

‘Kepulauan Mergui sangat mengesankan. Pantai-pantai dan pulaunya itu hal lain lagi,” ujar seorang dari Selandia Baru, yang pertama kali datang ke Asia dengan Azimut Verena V 26 meter, kapal pesiar terkecil yang pernah ia nakhodai. “Atraksi lain yang menarik adalah pada dasarnya kamu menguasai tempat tersebut untuk diri sendiri.”

Menyelam bersama gajah dan kereta

Mengunjungi Myanmar untuk kali pertama, para tamu – termasuk di dalamnya para penyelam – juga menyusuri Thailand selama masa sewa 10 hari. Ross mengungkapkan mereka menjalani pengalaman bawah laut yang tidak akan pernah bisa dilupakan sebab mereka berkesempatan menggunakan peralatan baru dari kapal pesiar, seperti delapan tank dan kompresor selam.

Usai lewati Koh Racha Yai, selatan Phuket, Ross membawa para kliennya untuk menyelam 18-20 meter untuk meliat beton gajah besar setinggi 3 meter, dan patung besar serta kotak beton berukuran besar, yang semuanya berada di bawah laut usai bencana tsunami 2004 yang kini menjadi atraksi para penyelam. Tamu-tamu juga mengabadikan pemandangan langka bersama bongkahan kapal dan atau duduk di atas sepeda motor yang masih berdiri tegak bahkan di bawah air.

Tamu yang menyelam dan berpose di atas sepeda motor di bawah laut.

Itu hanya sebagian dari yang mereka alami, lebih jauh perjalanan menuju Koh Waen, bagian tenggara dari Koh Lanta Yai, di mana mereka dapat berenang melalu beberapa gerbong kereta terbuka yang telah terlepas dari jalurnya!

“Para tamu menyukainya. Di Asia, kita berada di tempat di mana banyak sekali petualangan yang bisa dijalani. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dibanding menyewa di Eropa di mana kadang para tamu lebih tertarik berada di marina,” ujar Ross. “Saya melihat Lady Azul adalah kapal pesiar dengan ukuran sempurna untuk Asia. Kita dapat mendekat ke pantai sehingga kamu bisa berenang di sana atau mendekat pada spot selam.”

Silsilah Belanda

Lady Azul, dibuat khusus untuk Malaysia dan diluncurkan Heesen pada 2001, telah mendapat banyak keuntungan dari investasi besar pemilik barunya. Ia membeli yacht pada April 2019 dan menggunakannya beberapa bulan sebelum mengalami beberapa peremajaan terkait teknikal, interior dan eksterior di Langkawi.

Tampilan mengesankan usai peremajaan, ruang tamu besar yang di dalamnya terdapat sofa nyaman dan kursi-kursi, pemandangan indah di luar, serta mengarah ke ruang makan dan kabin tamu.

Kapal pesiar tampak rapi ketika Anda memasukinya, dengan bagian lantai, interior kayu, atap, pencahayaan dan furnitur serta perlengkapan lainnya yang segalanya tampak baru.

Ia juga memberikan kenyamanan baik di dalam maupun luar kapal. Ruang tamu utama mendapat sinar matahari yang terang, dengan sofa putih nyaman dan banyak ruang di sisi kanan yang mengarah pada ruang tengah di mana terdapat area ruang makan, dan pemandangan lukisan phoenix yang mencolok.

Dek atas juga memiliki ruang tamu, dengan sofa besar di sudutnya, kursi-kursi, televisi berukuran besar, meja kartu dan bar, dek belakang, di mana terdapat meja panjang yang bisa ditempati oleh 10 orang dan menawarkan pemandangan ke arah laut lepas. Sebagai tempat paling populer untuk makan di kapal pesiar, di sana bisa digunakan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, serta juga memiliki area lounge di kedua sisinya.

Ruang makan resmi di dek utama yang memiliki 10 kursi, dan menawarkan pemandangan ke laut melalui jendela besarnya.

Dek terbuka menawarkan pemandangan panorama yang lebih  baik lagi dan memiliki beberapa tempat duduk intim, ruang makan, lounge dan area untuk bersosialisasi termasuk buritan menghadap sunpad, tempat paling enak buat hang out sembari minum sebelum atau sesudah makan malam.

Buat yang ingin tidur, Lady Azul memiliki kamar tidur besar di dek utama. Ruangan yang lapang ini menjadi prioritas dengan desain yang indah dan ranjang yang mendapatkan penerangan pas, dan pemandangan 270 derajat, telvisi, meja menghadap keluar dan kamar mandi marbel berukuran besar dengan wastafel yang dibedakan untuk pria dan wanita, shower dan bathtub.

Master suite yang mengesankan di dek utama memiliki meja dan kursi di kedua sisinya.

Empat kabin tamu di dek bawah juga berukuran besar dan nyaman, dengan kabin VIP berfasilitas lengkap dan dua buritan yang sama besarnya, jendela besar, pencahayaan yang pas dan kamar yang elegan.

 Mainan yang berlimpah

Bagaimanapun, kapal pesiar ini dapat dinikmati maksimal untuk ruang luarnya, yang dipenuhi oleh berbagai mainan berlimpah usai peremajaan. Diantaranya peralatan menyelam, perlatan baru termasuk 5,5 meter Williams Dieseljet Tender, dua Sebabob oranye, dua kayak terapung, dua papan dayung, dan peralatan snorkeling.

Di samping itu, yang tak kalah menariknya adalah lap pool FunAir yang dibuat khusus, yang menyediakan pengaman, area berjaring untuk berenang dan bermain – tanpa khawatir ada ubur-ubur- atau sekadar ingin duduk santai dan berjemur di area yang terdapat di keempat sisinya.

Lady Azul adalah kapal pesiar yang ideal untuk disewa keluarga dan grup, dengan 15 meter kolam renang lap jaring tiup dan aneka mainan serta aktivitas lainnya.

Faktanya, kolam balok 5 meter yang terdapat di sana cukup panjang dan lebar buat dua orang yang ingin melakukan yoga terapung sembari menikmati pemandangan langit dan laut lepas.

Kolamnya sendiri terhubung dengan beach club yang berfasiltas lengkap, yang juga menjadi hub bagi mereka yang aktif, menyediakan area besar untuk duduk santai dan relaks, aktivitas olahraga air, atau mandi di luar ruang usai beraktivitas.

Pusat kebugaran ber-AC yang menawarkan pemandangan laut lepas.

Kapal ini juga menlakukan perbaikan pada bagian ‘garasi’ di belakangnya dengan pintu kaca bergeser yang kini juga terdapat pusat kebugaran ber-AC dengan empat mesin, barbel dan matres yoga, serta TV dan WiFi. Berolahraga dengan mesin kayuh juga menawarkan pengalaman yang seru sembari melihat pemandangan laut lepas yang bisa diselami setelah selesai.

Matthew Gusman, perwakilan dari kapal pesiar, sangat puas dengan tampilan baru Lady Azul, yang bagian eksteriornya kini sudah dicat dan perubahan besar akan perbaikan teknikalnya, termasuk diantaranya AC baru, konverter frekuensi, sistem AV dan peralatan navigasi.

Tamu dapat menikmati fasilitas, termasuk ban tiup.

“Pemilik kapal telah berinvestasi banyak agar yacht ini memenuhi standar yang ia inginkan. Upgrade sistem navigasi sangat penting sebab kapal kini mengeksplorasi tempat-tempat baru yang mungkin belum pernah didokumentasikan sebelumnya, yang memberikan pengalaman seru bagi para klien yang menyewanya,” ujar Gusman, yang juga menekankan perhatian pemilik kapal pada kepedulian lingkungan.

“Mereka cukup shock begitu mengetahui ada banyak plastik yang mereka lihat di pantai dan memutuskan tak akan berkontribusi akan hal tersebut. Mereka menempatkan mesin pembuat air dan sitem filtrasi air, sehingga kamu dapat minum dengan hanya tap dari tempat khusus yang disediakan di atas kapal.”

Tampilan berkelas Internasional

Kru memainkan peran penting dalam setiap penyewaan di musim liburan dan Lady Azul beruntung memiliki tim yang berpengalaman dan kuat berkat keberagamannya. Diantara mereka ada Farid Mohd Isa (officer), Izuan Bin Hasan (deckhand), dan Amira Binti Ahmad (stewardess) dari Malaysia yang telah bekerja dengan Ross di Lady Azul untuk beberapa tahun lamanya. Sementara, Pole Greg Biskup (Chief Engineer) dan Irish Teves (Chief Stewardess) dari Filipina bergabung tahun lalu.

Dek belakang merupakan tempat paling populer untuk bersantai sembari minum atau makan.

Dan meskipun Ross mungkin bos, kru paling penting bagi para tamu adalah yang justru jarang terlihat – yakni koki. Lahir dan dibesarkan di Phuket, Nobphadon ‘Ko’ Hiranchai telah menghabiskan lebih dari tiga dekade di industri katering dan hotel, dan bergabung dengan Lady Azul usai menghabiskan enam tahun bekerja di Lady D, kapal pesiar berukuran 56 meter.

Master untuk urusan dapur ini dapat memasak berbagai jenis makanan, terutama yang memenuhi keinginan tamu kapal pesiar internasional, dan menu khusus untuk yang vegan. Ia juga membuat roti segar setiap hari, dan membuat sendiri makanan khasnya, termasuk pizza jika itu menu pilihan yang diinginkan.

“Saya telah bekerja di dapur selama lebih dari tiga dekade, jadi saya bisa memasak apa saja – Thai, China, Malaysia, sushi, masakan Asia lainnya, Italia, Eropa, masakan Barat, Meksiko,” ujar Ko, yang juga pernah bekerja di sejumlah hotel dan resort ternama di Phuket.

Lady Azul juga memperbaharui makanannya, dari tangan koki berpengalaman di kapal pesiar.

“Jika tamu inginkan makanan Thai, saya dapat memasak makanan Thai yang berbeda setiap harinya selama satu pekan. Jika mereka hanya ingin makan hidangan laut atau menu sehat, saya juga bisa melakukannya. Sekali saya tahu apa yang tamu sukai dan butuhkan, saya akan memenuhinya.”

Era Baru

Beranjak akan reputasi kuat dari para kru dan kapal pesiar, Gusman percaya diri akan babak baru Lady Azul, baik buat klien yang berada di Asia maupun di luar Asia.

“Lady Azul telah diberkati memiliki para kru penting yang mengabdi di kapal, mulai dari kapten Gerry. Ini menjadi hal baik buat kapal dan para tamu yang menyewanya, serta tim keseluruhan yang telah mendapatkan ulasan baik dari para klien kami,” ujar Gusman.

Kayak dan papan dayung adalah pilihan ideal bagi para penyewa yang ingin mengeksplorasi pantai dan keindahan pulai Asia Tenggara.

“Banyak dari klien kami menggunakan tingkat layanan khusus ketika mereka menyewa di Med atau Karibia, dan kami kini menawarkan level layanan serupa dan nyaman dengan kapal pesiar yang dibuat Belanda di Asia Tenggara.”

Beroperasi antara bagian utara Malaysia, Thailand dan Myanmar dari November hingga Maret atau April, rencana berikutnya di tahun mendatang masih fleksibel.

Singapura, pinggiran timur Malaysia dan Kepulauan Anambas menjadi destinasi potensial, di samping Sumatra, Komodo dan Raja Ampat di Indonesia, Filipina dan bahkan kawasan Kimberley di Australia Barat.

“Masyarakat kini dapat menikmati layanan berkelas tinggi dan mewah di tempat-tempat yang mereka belum pernah kunjungi sebelumhya di atas kapal pesiar bikinin Eropa Utara, seperti Mergui, Anambas, Raja Ampat, Bali, Komodo,” ujar Gusman. “Targetnya adalah penyewaan, untuk mereka yang berjiwa petualang di keluarga, atau keluarga petualang.”

www.ladyazul.com

Untuk informasi penyewaan Lady Azul, dapat menghubungi Matthew Gusman: [email protected]: +3567925-2928.

 


 
Back to top