Motoring / Otomotif

Gumout GT4586 Melingkar Seputar Ferrari

Gumout GT4586 adalah mobil drift monster, separuh Toyota GT86, separuh Ferrari 458 Italia. Dalam debut globalnya di pameran jual-beli SEMA, modifikasi luar biasa Ryan Tuerck telah menarik perhatian dunia dengan keberaniannya.

06 Nov, 2016 | Oleh Luxuo
luxuo-id-car1

Gumout GT4586

Gumout GT4586 adalah mobil drift monster, separuh Toyota GT86, separuh Ferrari 458 Italia. Dalam debut globalnya di pameran jual-beli SEMA, modifikasi luar biasa Ryan Tuerck telah menarik perhatian dunia dengan keberaniannya.

Bahkan dalam acara seluarbiasa SEMA – didominasi oleh tuners, moders, dan hackers – masih dapat memberikan kejutan otomotif dan biasanya dari sumber yang tak terduga.

Pertunjukkan tahun ini sudah memberikan dunia Toyota SUV 220mph, menjadikan Land Speed Cruiser dan Dodge Ram bertenaga Hellcat 775hp yang menjanjikan performa sebaik Dodge Challenger. Dan itu sebelum kita kembali ke pembangun seperti Ringbrothers dan Cadillac ATS-V mereka disamarkan secara fenomenal sebagai sebuah klasik 1948 Cadillac Series 62 Coupe.

Tetapi sejauh ini, tidak ada dari mereka yang dapat menandingi Gumout GT4586 karya Tuerck. Tuerck adalah pengemudi Formula Drift dan memutuskan untuk membuat mesin drift Frankenstein utama.

luxuo-id-car3

Dimulai dengan Toyota GT86, sebuah mobil tuners yang hebat berkat bentuk coupe, pusat gravitasi rendah, mesin boxer dan drive roda belakang, ia memutuskan untuk melakukan operasi terbuka.

Memberikan mesin yang lebih besar dalam mobil Jepang atau berputar dengan turbocharger bukanlah hal baru. Namun mengambil salah satu mesin terbesar dalam sejarah – 5-liter 570hp V8 yang biasanya ditemukan oleh Ferrari 458 Italia – dan memampatkannya ke dalam Toyota mungil adalah hal yang berbeda sama sekali.

Sebagai hasilnya, seiring dengan pengetahuan mesin dan hacking otomotif dibutuhkan untuk menyatukan mesin dengan mobil, adalah luar biasa, seperti videonya menunjukkan.

Ferrari V8 adalah mid-mounted, yang berarti agar dapat menempatkan mesin tersebut dalam Toyota dimana lokasi mesinnya berada di depan, Tuerck harus menyambungkan pipa pembuangan melalui badan mobil dan keluar dari bumper depan mobil sehingga ketika ia berakselerasi atau deselerasi mobil tersebut bernapaskan api.

Lebih lanjut, header mesin dan penutup valve adalah berukuran sangat besar sehingga Tuerck harus membuang kap mobil seluruhnya, tetapi itu pun menambah pada agresifnya mobil tersebut. Dan tentang performa baik mobil tersebut, ia benar-benar mengitari standar Ferrari.

Terdapat sejarah panjang yang kurang baik atas kolaborasi antara perusahaan mobil Jepang dan Italia, sebuah trend yang mencapai titik nadirnya dengan Alfa Romeo Arna yang menyatukan aspek-aspek terburuk Alfa Romeo dan Nissan. Namun kolaborasi ini, jika para penyuka murni dapat melampaui kesakralan memakai mobil super V8 sebagai organ donor, adalah penyatuan yang pantas dirayakan.

luxuo-id-car2

Cerita ini juga tersedia dalam Bahasa Inggris. Baca di sini: Gumout GT4586 Drives Circles Round Ferrari 


 
Back to top