Motoring / Otomotif

Mini Electric 2020: Kesenangan Berkendara ke Level Maksimum

Meliuk di tengah kota ataupun di hutan belantara: Mini Cooper SE unggul dalam tiga hal sekaligus, yakni harga, performa, dan estetika. Kamu tak akan menemukan pengalaman yang lebih menyenangkan dalam mengendarai kendaraan listrik selain Mini Electric.

17 Agu, 2020 | Oleh Rai Rahman

Di beberapa negara di dunia, ia lebih dikenal sebagai Mini Electric. Di negara lain, ia disebut Mini Cooper SE. Namun, dimanapun dikenalkan, ia akan selalu mendapat pendapat yang tak terbantahkan sebagai mobil elektrik dengan desain atraktif, yang tak bisa diabaikan begitu saja. Mini mengusung kemajuan teknologi dari BMW i3 dan desain Cooper yang khas.

Sementara, perusahaan induk BMW dengan seri 4 terbaru menggabungkan desain grill atau saluran angina yang kekinian, sementara Mini Cooper SE terbaru melanjutkan untuk menginspirasi dengan tampilan yang menarik dan teknologi yang lebih baik.

“Kami percaya peluncuran seri ini akan menjadi titik balik akan penerimaan terhadap mobil elektrik di negara ini,” ujar David George, managing director Mini UK saat peluncuran perdananya di Singapura beberapa waktu lalu. Dengan tampilannya yang menarik, Mini Coopers selalu menjadi pilihan dari lintas generasi, termasuk bagi aktor pemeran utama di film film Hollywood, yang merepresentasikan akan pengendara yang inginkan kendaraannya tak hanya sekadar untuk transportasi tapi juga mengusung unsur kesenangan.

Mini Cooper SE 2020 baru bawa Kesenangan Maksimal

Pada 1969, mobil Mini British dikendarai Michael Caine dalam film The Italian Job. Pada 2003, remake film tersebut juga kemudian dibintangi oleh Mini Cooper generasi berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mobil Mini lebih sering jadi properti daripada  sejajar dengan pemern utama filmnya.

Elektrifikasi bukanlah hal baru bagi Mini. Faktanya, Mini Cooper SE bahkan tak termasuk dalam deretan mobil elektrik pertama, meski Mini E secara resmi dikenalkan pada 2008 di Los Angeles Auto Show. Sebab, tiga mobil Mini elektrik tersebut sudah digunakan pada film remake The Italian Job pada 2003 dengan tujuan mengurangi polusi udara dan pengurangan karbon monoksida.

Mini juga menjadi platform instrumental yang memberdayakan BMW Group, sebagai perusahaan otomotif terbesar dunia yang memproduksi lebih dari 500 kendaraan elektrik untuk digunakan secara privat. Kesepakatan yang tidak digembar-gemborkan, yang juga menjadi testamen bagi tampilan dan estetik Mini Cooper.

Mini Cooper SE usung gaya atraktif ke genre mobil elektrik

Dilihat sekilas, Mini Cooper SE tampak seperti Mini biasa tapi dengan potongan elemen kuning neon, yang sedikit tapi mencolok, dan radiator grill tertutup yang menyatu tapi memberi detail unik. Ini membuat Mini Cooper menjadi berbeda dari lainnya. Terinspirasi dari mesin BMW i3s, Mini Elektrik memproduksi 184 daya kuda dan 270Nm torsi. Faktanya, dapat kami pastikan, tampilan yang jauh lebih baik dari BMW i3 dengan harga yang lebih atraktif.

Dapat melaju dengan kecepatan 235km hingga 270km dalam kondisi baterai penuh, mereka yang sinikal bisa jadi akan membandingkannya dengan mobil elektrik lainnya (seperti Hyundai Kona Electric atau Jaguar i-Pace). Mereka juga bisa jadi akan mengkritisi akan kekurangan lainnya ketika membandingkannya dengan Chevrolet Bolt atau Nissan Leaf Plus, tapi apa yang menjadi ‘kekurangan’, membuat Mini tampil dengan kecerdasan yang tak terbantahkan. Ini juga dibarengi dengan ukuran baterai yang tepat, serta berat dan durasi pengecasannya sangat mudah diatur. Bagian T-shape, 12 modul 32,6kWh baterai ditempatkan di bagian lantai kendaraan antara kursi bagian depan dan belakang.  Desainnya juga menempatkan bagian bagasi yang tidak dikompromikan seperti kebanyakan mobil EV lainnya.

Ketika sejumlah kritikus komplain akan performanya yang tak unggul dalam kompetisi sesamanya, ini bukanlah penurunan juga. Dapat berhenti dengan sempurna dalam 7,3 detik, Mini Electric melaju kencang dan sebanding dengan F1. Kenapa? Desain yang mengesankan berarti Cooper SE sangat seimbang dengan 58/42 front-to-rear, pengukuran berat ideal secara keseluruhan, dan dapat dikatakan jauh lebih baik dari Cooper S. Sebagai tambahan, disamping kecepatan 18mm lebih tinggi dari model serupa yang konvensional, pusat gravitasi Mini elektrik secara fungsional 30,5mm lebih rendah.

Secara keseluruhan, di tengah kota yang riuh seperti Singapura atau Jakarta, Mini Cooper SE menawarkan tiga hal berlebih sekaligus, baik dari harga, performa dan juga tampilan yang modis secara estetika. Kamu tidak akan menemukan pengalaman mengendarai kendaraan elektrik (Electric Vehicle/EV) seperti mengendarai Mini Electric.


 
Back to top